Makalah IBD 002 Keluarga Sebagai Miniatur Budaya

KELUARGA ADALAH MINIATUR PERILAKU BUDAYA

pola-asuh-keluarga

 

PENDAHULUAN

 Latar Belakang

Kebudayaan pada perkembangannya di era globalisasi ini seolah dikalahkan oleh adanya kemajuan teknologi yang dapat menghadirkan berbagai macam corak kesenian dan setidakya hal itulah yang di rasakan masyarakat di masa sekarang ini. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa hal tersebut didukung pula oleh arus globalisasi, yang seharusnya diimbangi dengan berkembangnya kebudayaan kesenian asli sehingga dapat berjalan seiring dan ikut pula mewrnai masuknya kebudayaan – kebudayaan asing yang bertumbuh cukup subur dinegeri kita, sejalan dengan repelita dibidang kebudayaan.

Walaupun teknologi di era globalisasi ini merupakan faktor dominan dalam kultur kehidupan manusia masa kini dan juga merupakan ketergantungan yang hebat, namun sebaliknya kita harus mewarnai era globalisasi ini dengan dikembangkannya kebudayaan negeri sendiri. bagaimana caranya kita mempertahankan, menghidupkan, mengembangkan, memelihara, dan mempopulerkan kebudayaaan yang telah ada di masyarakat, selain untuk memenuhi perkembangan era globalisasi kebudayaan dengan lahirnya generasi muda yang kreatif, peka terhadap nilai – nilai budaya dan memiliki jiwa kompetitif terhadap kesenian baru dan masuknya kebudayaan- kebudayaan asing.

Tujuan

Prilaku budaya dalam keluarga

Sebagai orang tua, kita harus bijak dalam menyikapi sikap dan tuntutan alamiah yang ada pada anak-anak kita. Proses mengenal terhadap lingkungan dan pendalaman dalam bersosialisasi ini harus diarahkan dengan benar. Tuntutan tersebut tidak mungkin bisa dihentikan atau dihambat, karena pada dasarnya mereka sedang berusaha untuk diakui eksistensi dirinya.

Keluarga, sebagai tempat pertama dan utama bagi anak dalam memulai proses belajar bersosialisasi ini sebisa mungkin dikondisikan untuk mampu membentuk karakter dan kepribadian yang positif pada diri anak. Perlu diperhatikan bahwa orang tua adalah tauladan yang pertama bagi anak. Maka, tugas kita adalah senantiasa menciptakan budaya-budaya yang positif dalam keluarga kita.

Pertama, Ciptakan budaya disiplin waktu,

Bisa dilakukan dengan cara gemar memanfaatkan peluang dan kesempatan dengan senantiasa menghormati waktu dengan hal-hal yang berguna. Gunakan waktu untuk 5 hal : belajar , ibadah, bekerja, istirahat/refreshing dan menjalin silaturrahmi.

Kedua, Ciptakan budaya rapi,

budaya ini mampu membentuk sikap disiplin pada anak. Biasakan pada mereka untuk menata dan mengembalikan seluruh barang mereka pada tempat yang telah diatur dan ditata rapi. Ajaklah mereka untuk senantiasa merapikan kembali barang mereka seusai beraktivitas.

Ketiga, Ciptakan budaya saling menghargai

Suasanakan keluarga untuk saling menghormati. Istri menghormati suami, teman, keluarga dan anak-anaknya. suami menghormati istri, teman , keluarga, tetangga dan anak-anaknya. Anak menghormat kedua orangtuanya, temannya dan seluruh keluarganya.

Keempat, ciptakan budaya hemat dan tidak boros

hemat diartikan dengan membelanjakan harta sesuai dengan kebutuhannya, dan tidak berlebihan

Kelima, ciptakan budaya empati

sikap saling memberi kepada keluarga , tetangga dan teman harus senantiasa dipupuk dilingkungan keluarga, agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang bisa berempati kepada orang lain.

 

Sasaran

Menciptakan budaya dalam keluarga sehingga terbiasa hidup berbudaya dan dapat dicontoh oleh keluarga lain bahkan diikuti oleh generasi – generasi selanjutnya

 PERMASALAHAN

Pesatnya perkembangan globalisasi akhirnya berdampak masuknya budaya asing ke Indonesia. Masuuknya budaya asing ke indonesia bagai pisau bermata dua.

Di satu sisi menguntungkan bangsa jika disikapi dengan bijak dan pintar memilih, mana – mana kebudayaan yang cocok dengan kebudayaan yang telah menjadi jati diri bangsa.

Namun di satu sisi juga bisa merugikan dan merusak moral bangsa jika kita tidak pandai – padani memilah budaya mana yang sesuai dengan jati diri bangsa.

Dan tentunya sesuai dengan norma – norma yang menjadi hukum tak tertulis di masyarakat Indonesia.

 

Kekuatan (Strength)

Dukungan pemerintah

Keluarga yang Rukun

Sistem yang sudah ada

 

Kelemahan (Weakness)

Tidak peduli budaya sendiri

 Adanya sikap acuh tak acuh

Ketidak harmonisan

 

Peluang (Opportunity)

Menjadikan keluarga indonesia menjadi keluarga yang berbudaya

 

Tantangan/Hambatan (Threats)

Sering adanya konflik antar budaya

KESIMPULAN

 

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman suku dan kebudayaan yang berbedayang menjadi ciri khas setiap daerahnya. Nah, bagaimana cara kita menjadikan keluarga kita menjadi miniatur budaya untuk melengkapi budaya indonesia yang beranke ragam

Referensi

http://www.ripiu.com/article/read/rinaripiu-menciptakan-budaya-keluarga-yang-positif

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s